Penilaian Individual PBB

Martapura.   Giat penilaian individual PBB dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilaksanakan pada Rabu (23/02) pada Objek Pajak (OP) di Kec.Gambut oleh Badan Pengelolaan Keuangan,Pendapatan Dan Aset Daerah (BPKPAD) melalui Bidang Pengelolaan Pendapatan. Kilas balik,BPKPAD merupakan SKPD merger (BPKAD dan Bapenda).

Kepala BPKPAD Drs. Achmad  Zulyadaini, M.Si. mengatakan, tahun 2022 BPKPAD sebagai langkah awal bergerak melakukan upaya penggalian potensi dalam rangka optimalisasi pendapatan melalui giat penilaian individual PBB sebagai program prioritas yang berkelanjutan (sustainable) dalam upaya peningkatan PAD. Tidak hanya jangka pendek, namun dilaksanakan pada jangka menengah dan jangka panjang, harapnya.

Hal ini dilatarbelakangi  pada keberhasilan peningkatan penerimaan PBB tahun 2018 setelah dilakukan giat penilaian individual tahun 2017 pada 8 (delapan) Objrek Pajak (OP) dengan target Kec.Kertak Hanyar dan Kec.Gambut. Pundi PAD dari sektor PBB mengalami peningkatan sebesar Rp.668.255.196 dari sebelumnya Rp.35.216.372,- kata Kepala BPKPAD.

Sementara pada tahun 2019, menurut Kabid Pengelolaan Pendapatan, Meutia Irawahdini, dari giat penilaian individual setelah dilakukan perhitungan tergambar pada tabulasi data OP PBB sebelum (do nothing) dan sesudah (do something) pada 2 (dua) OP  di Kec. Astambul dan Kec.Simpang Empat menunjukan peningkatan yang sangat-sangat signifikan dari sebelum dinilai hanya Rp.42.960 menjadi Rp.15.619.940,-

Sekilas catatan penting pada giat penilaian individual PBB adalah dilakukannya penilaian ulang terhadap luasan bangunan berdasarkan kelengkapan berkas yang disampaikan oleh Wajib Pajak (WP) ataupun dilakukan penilaian secara langsung karena yang menjadi target penilaian merupakan OP khusus.

Sebagai gambaran, giat penilaian individual PBB (individual appraisal) di Kec.Gambut yang dilakukan penilaian pada 1 (satu) OP diestimasi sebelum by sistem dari semula Rp.23.738.600,- menjadi Rp.65 juta lebih, dengan persentase diangka 36 % . (ira_2022).